SMAWIDHA

Sma Widya Dharma Turen

Font Size

Layout

Menu Style

Cpanel
Error
  • COM_COMMUNITY_ZEND_PLUGIN_DISABLED

Smawidha - Depan

BELAJAR DARI SEMUT


Semut adalah binatang yang sangat rajin. Belum pernah ada semut yang bengong sendirian. Kalau ada semut yang tidak bergerak, bisa dipastikan itu adalah semut mati. Semut adalah binatang yang rajin dan selalu bergerak ke sana ke mari untuk bekerja. Tak heran kalau semut tak pernah mati kelaparan. Selama masih ada pekerjaan yang menjadi tanggung jawabnya, entah itu ketika mencari makanan atau sejenisnya, semut tidak akan berhenti untuk hanya istirahat. Mereka betul-betul bekerja keras.
    Tak kenal menyerah pada keadaan adalah salah satu sifat khas semut. Saat melihat jalan di depannya ada hambatan, semua tidak akan duduk termenung, meratapi nasib yang malang dan pulang dengan rasa kecewa. Semut akan berusaha dengan segala cara untuk melewati hambatan itu. Bisa lewat atas, lewat bawah, lewat jalan memutar, bahkan kalau perlu bersama dengan semut-semut yang lain akan memindahkan rintangan tersebut.
Mereka mandiri dan bertanggung jawab atas diri sendiri. Ini terlihat ketika semut menemukan makanan dan membawanya ke sarang. Meski tak dilihat oleh sang pemimpin semut, mereka tetap bekerja seperti ketika ada pemimpinnya. Semua yang mereka ambil selalu dibawa kesarang dengan kondisi utuh untuk kemudian dibagi secara adil di dalam sarang oleh pemimpin mereka. Indah sekali sistem yang mereka pakai.
Semut adalah tim yang luar biasa. Mereka sangat ahli dalam menyampaikan informasi, sehingga tak perlu heran kalau dimana ada satu makanan, ribuan semut tiba-tiba sudah mengerumuninya. Semut punya tim yang hebat, sehingga dengan kerja sama yang baik, mereka bahkan bisa mengangkat makanan yang beratnya berkali lipat dari berat badannya.
Mereka sangat disiplin, baik waktu mengumpulkan makanan maupun ketika berjalan bersama-sama. Sehingga tak heran apabila ada musisi tanah air yang menyinggung kedisiplinan semut dalam lirik lagunya (Malu aku malu….Pada semut merah….yang berbaris di dinding…).  Mereka begitu rapi saat berbaris. Tidak ada satupun dari mereka yang keluar dari barisan.
Mereka benar-benar mahluk sosial yang sangat pintar. Mereka adalah pengambil keputusan yang sangat andal. Begitu cepat mereka mencari serta menemukan jalan keluar ketika tahu didepan ada halangan. Audrey Dussutour dan timnya dari Universitas Sydney, Australia, meletakkan lembaran plastik yang sangat dekat dengan permukaan jalur rombongan semut pemotong daun yang sedang mengangkut mangsa. Meski ruang di bawah lembaran plastik masih dapat dilalui semut, potongan daun mustahil melaluinya. Agar semut tidak mencari jalan memutar, jalur sekitarnya ditutup.
“Mengejutkan, kemacetan tidak terjadi karena semut-semut tersebut segera belajar untuk memotong-motong daun menjadi lebih kecil”!, ujar Dussutour. Setelah 24 jam, semut tidak hanya memotong melainkan menggulungnya sehingga lebih mudah dibawa di bawah lapisan plastik yang terlalu sempit.
Hal tersebut menunjukkan bahwa semut benar-benar pengambil keputusan yang hebat. Mereka tidak hanya beradaptasi, namun mengembangkan strategi yang lebih baik. Para peneliti menyatakan, strategi tersebut mungkin dikembangkan dari proses yang disebut social fasilitation (kemudahan sosial).
Dalam hal ini, saat plastik menghalangi, beberapa ekor semut yang sebelumnya membawa daun ukuran besar akan memotong-motongnya agar sesuai dengan ukuran lorong dan tetap berada di dalam lorong. Sementara semut yang belum membawa daun akan bertemu dengannya dan mendapat informasi tersebut.
Itulah semut,  mahluk kecil yang berukuran kurang lebih 1/10.000 ukuran manusia. Namun mereka sanggup menciptakan tatanan kehidupan bermasyarakat yang perlu dicontoh oleh manusia. Sebetulnya, mereka tidak lebih pintar dari manusia, tapi mengapa masih ada manusia yang menunjukkan perilaku yang menggambarkan bahwa semut ternyata masih lebih baik dari manusia. Mari kita renungkan!.
Oleh: Lamsadi, S.Si. (Pengajar Fisika SMA Widya Dharma Turen)

Latest News

Popular

The community

You are here: Home Umum BELAJAR DARI SEMUT